Mengajarkan anak bersedekah bisa dimulai dengan memberitahunya mengenai nilai dan konsep dengan bahasa yang mudah dipahami. Jelaskan mengapa kita perlu bersedekah dengan orang yang kurang mampu dan ajarkan pula jika bersedekah perlu dilakukan dengan hati yang ikhlas.
"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.
Ibrani 12:four-6: 4Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. 5Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.
Kamu tahu kenapa perempuan ini lebih mengasihi Aku dibanding kamu mengasihi Aku? Karena perempuan ini tahu dosanya yang banyak sudah diampuni, itu sebabnya dia lebih mengasihi Aku dibanding kamu mengasihi Aku!”
Seperti itulah bersedekah, layaknya kita menanam tumbuhan. Seperti menabung, ketika kita menyisakan uang yang seharusnya kita gunakan untuk hal yang teramat kita inginkan, percayalah suatu saat nanti, itu akan berbuah manis ketika sudah penuh.
Kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus akan datang kembali, namun yang jelas waktunya telah semakin dekat. Karena itu kita mesti belajar hidup lebih dekat bergaul dengan Tuhan. Bagaimana caranya? Tidak sulit kok, ya kita mesti lebih serius baik dalam mezbah pribadi maupun mezbah keluarga.
Bersedekah seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan hati. Karena itu, jadikanlah bersedekah sebagai momen yang selalu dinantikan keluarga. Selama bulan Ramadan misalnya, luangkan waktu setiap Jumat untuk memasakkan menu buka puasa untuk dibagikan pada orang-orang kurang beruntung di pinggir jalan.
Lho kenapa begitu? Ya, justru seringkali Tuhan bekerja justru ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan.
Itulah cara yang benar untuk mempersiapkan diri menyongsong kedatangan Tuhan Yesus kali kedua, jadi bukan sekedar otak-atik tentang kapan tanggal kiamat dll.
Pada akhirnya, sebagian dari kita mungkin agak cemas akan berbagai isyu bahwa tahun 2018 bakal lebih berat daripada tahun ini.
Sedekah harus dilakukan dengan hati dan tanpa pamrih. Jika ingin bersedekah dengan menyisihkan harta yang dimiliki, dapat mendonasikan pada , nantinya donasi disalurkan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.
Senyuman kepada orang lain bisa membuat hati kita, baik orang yang memberi senyuman dan orang yang menerima senyuman, menjadi lapang atau senang hati. Dalam hadits riwayat Tirmidzi berbunyi:
Kita harus memberitakan kebenaran more info ini, betapa Tuhan mengasihi kita dan hasilnya bukannya kita semakin mengasihi dosa, bukannya semakin hidup seenak-enaknya di dalam dosa, bukan. Tetapi hasilnya kita akan memiliki hidup yang semakin mengasihi Tuhan.
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.